Polemik Tenun Troso Dengan Tenun Sumba

Polemik Tenun Troso Dengan Tenun Sumba

Polemik Tenun Troso Dengan Tenun Sumba—Usai dipamerkan di ajang fashion show skala internasional “La Mode Sur La Seine a Paris’ yang digelar oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC), kain Tenun Troso Jepara justru menuai kontroversi.

Mendadak muncul petisi online yang mengklaim jika Tenun Troso Jepara telah menjiplak Tenun Ikat SUmba. Petisi tersebut pun sudah tersebar luas di sosial media.

Petisi yang dibuat oleh Herman Umbu Billy di laman change.org itu bahkan sudah ditandatangani nyaris 10 ribu orang. Pembuat petisi mengklaim jika motif Tenun Troso Jepara yang dipamerkan di ajang internasional itu merupakan milik Tenun Ikat SUmba.

Lantas, seperti apa sebenarnya Tenun Troso Jepara yang menuai kontroversi itu? Dikutip dari beberapa sumber dari pengrajin Tenun Troso Jepara yang sudah menjalani bisnis puluhan tahun, Tenun Troso menjadi salah satu alternatif bagi para pecinta tenun untuk berburu motif tenun yang ada di Indonesia karena Tenun Jepara diproduksi dengan mengadopsi motif tenun yang ada di berbagai daerah di Indonesia di samping produksi tenun motif sendiri khas Troso. Banyak juga pengrajin Tenun Troso yang bekerja sama dengan pengepul tenun untuk membuat motif-motif daerah tertentu untuk di jual di daerah tersebut dengan harga terjangkau untuk kalangan wisatawan lokal, karena tidak semua wisatawan bisa membeli tenun yang khas (asli), semisal tenun asli Sumba. Jika harga tenun asli (Sumba) tinggi serta prosesnya lama pembeli akan mencari alternatif lain untuk membeli kain tenun dengan harga terjangkau. Contohnya Tenun Troso dengan motif Sumba jika di banding dengan tenun Sumba lain akan jauh beda dari segi harga.

Ketidak tahuan masyarakat serta pembeli yang tidak menjelaskan asal usul motif tersebutlah aslinya yang menjadikan polemik hingga menjadi viral baik di media sosial atau media elektronik. Banyak yang mengklaim tenun Troso sebagai tenun yang menjiplak tanpa tahu sebenarnya apa yang terjadi di Troso untuk itu kami selaku pengrajin tenun Troso sekedar meluruskan atas ketidak nyamanan masyarakat Indonesia terkait polemik tenun Sumba dengan Tenun Troso.

Masing-masing daerah di nusantara itu memiliki motif khasnya masing-masing yang berbeda sehingga membuat Jepara kerap menjadi salah satu tempat yang jadi rujukan untuk mencari berbagai motif tenun, karena proses tenun Troso relatif lebih cepat dibanding tenun lain.

Nama Troso sendiri berasal dari nama Desa Troso, yakni salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Di Desa inilah terdapat komunitas pengrajin Tenun Ikat Troso.

Awalnya, Tenun Troso dibuat dengan teknik tenun gendong yang hanya memproduksi sarung tenun, namun kemudian berkembang menjadi tenun ikat. Dan pada akhirnya masyarakat Jepara dan sekitarnya lebih mengenal jenis kain ini dengan sebutan Tenun Troso.

Untuk Pemesanan Tenun Ikat Troso Jepara bisa langsung ke toko Kami yang ada di Sentra Tenun Ikat Troso Jepara, tepatnya RT.03/RW 3 Pecangaan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, di luar Jepara bisa di kirim via jasa kirim atau travel.

More info untuk pemesanan online:

Admin 1 (082242329818)

Admin 2 (08564075484)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *